Pages

Kamis, 25 April 2013

Setting DHCP


Persettingan DHCP Server & Pensettingan File Server (Samba)
Setting DHCP Server di Centos
I. Pendahuluan
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol TCP/IP yang tugasnya memberikan alamat IP secara otomatis kepada client yang bersifat dinamis, sehingga vlient tidak perlu mengisikan alamat IP secara manual. Program di linux yang berlaku sebagai server DHCP adalah dhcpd. Supaya dapat memperoleh layanan DHCP, komputer client harus memasang program klien yaitu dhcpcd. Layanan DHCP tidak hanya memberikan alamat IP pada masing-masing klien, layanan ini dapat juga digunakan untuk mengatur konfigurasi jaringan pada komputer klien seperti server DNS, server NIS, dan sebagainya. Dengan adanya server DHCP, konfigurasi jaringan komputer klien dapat diatur secara terpusat.
II. Karakteristik Server DHCP
Karakteristik dari server DHCP yang berjalan di sistem linux adalah:
1.  Server dapat berjalan lebih cepat & stabil.
Sistem-sistem Unix clone sudah diakui mempunyai reliabilitas yang sangat tinggi dalam menjalankan aplikasi-aplikasinya, dan ini berarti termasuk juga di Linux yang juga merupakan salah satu clone Unix. Linux juga seperti turunan Unix lain dapat dioperasikan hanya dengan command text saja. Ini berarti resource yang dibutuhkan server pasti lebih kecil daripada resource yang dibutuhkan untuk menjalankan software berbasis grafis seperti di sistem Windows
2.  Dijalankan dengan dua aplikasi daemon untuk server dan client, misalnya : dhcpd (DHCP daemon) untuk server dan dhcpcd (DHCP client daemon) untuk client.
3.  File-file setting untuk DHCP di Linux umumnya diletakkan di dalam direktori /etc dan /var/lib/dhcp.
4.  Setting DHCP dilakukan dalam sebuah file yaitu : /etc/dhcpd.conf dan akan menyimpan hasil transaksi penyewaan IP address di dalam sebuah file yang bernama /var/lib/dhcpcd.leases. Bila file ini tidak ada, DHCP tidak akan dapat bekerja.
5.  Setting relatif mudah karena hanya dipusatkan di satu file saja (/etc/dhcpd.conf) dan hanya terdiri dari beberapa baris perintah untuk memberikan layanan yang cukup lengkap.
III. Cara Kerja
Pada saat suatu client boot-up, mesin tersebut membroadcast suatu request ke server DHCP, kemudian server membalas dengan alamat IP, netmask dan berbagai macam konfigurasi. Komunikasi tergantung sepenuhnya pada broadcast, hingga percakapan antara client dan server berakhir, client tidak memiliki IP valid. DHCP menggunakan UDP sebagai transportnya,server DHCP akan listening atau mendengarkan pada port 67. Client DHCP broadcast ke UDP port 67, dan server menjawab ke UDP port 68.
IV. Langkah-Langkah
A. Di sisi server
1. Cek Paket
  Cek paket-paket dhcp dengan cara:
  # rpm -qa | grep dhcp
2. Copy File dhcp
  Untuk mengkonfigurasi dhcp, buka file dhcp dengan cara:
  # vi /etc/dhcpd.conf
  maka kita hanya akan melihat tampilan sebagai berikut:
  oleh karena itu, gunakan perintah berikut agar kita bisa mengkonfigurasi file dhcp:
  # cp /usr/share/doc/dhcp*/dhcp.conf.sample /etc/dhcpd.conf
  sehingga file dhcpd.conf akan terlihat sebagai berikut:

3. Konfigurasi dhcp
Kita mulai mengkonfigurasi dhcp, namun kita harus melihat keterangan sebagai berikut:
- ddns-update-style –> Pilihan ddns-update-style diletakkan pada konfigurasi awal dhcpd.conf anda, parameter ini diperlukan jika server anda menggunakan dynamic dns lokal, yang akan memetakan client lokal anda dengan sebuah nama, untuk setiap ip yang di pinjamkan ke client, sehingga dhcp server akan melakukan update dns jika server menggunakan dns untuk meresolve nama server dan client. ISC (Internet Software Consortium) yang membuat aplikasi isc-dhcp ini mengisyaratkan untuk secara default menggunakan parameter ddns-update-style ini. Ada 3 pilihan ddns-update-style ini yakni interim, adhoc, dan none.
ddns-update-style interim;
- subnet 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0 –> Jaringan yang diatur dengan layanan dhcp ini mempunyai alamat jaringan 192.168.0.0 dengan netmask 255.255.255.0
- option routers –> Menentukan default gateway komputer klien
- option subnet mask –> Menentukan subnet mask untuk subnet
- option domain-name –> menentukan Domain Name dari server dhcp anda, jika ada. atau bisa diisi sebagai penamaan host lokal anda, tanpa harus menggunakan domain yang terdaftar.
option domain-name “domain.org”;
- option domain-name-servers –> Menentukan Informasi DNS, diperlukan oleh client untuk meresolve informasi domain name, jika akan melakukan sambungan ke internet.
option domain-name-servers 192.168.1.2;
- option ntp-servers –> Menentukan server NTP untuk subnet
- option netbios-name-servers –> Menentukan server NetBIOS atau disebut juga server WINS
- range dynamic-bootp –> Menentukan range alamat IP untuk subnet
- default-lease –> Menentukan waktu yang dialokasikan ketika sebuah ip dipinjamkan kepada komputer client, setelah waktu pinjam ini selesai, maka ip tersebut dapat dipinjam lagi oleh komputer yang sama, atau komputer tersebut mendapatkan nomer ip lain jika komputer yang sebelumnya dipinjam dipergunakan oleh komputer lain.
default-lease-time –> Lama waktu server meminjamkan alamat ip kepada client, dalam satuan detik.
default-lease-time 21600;
max-lease-time –> Menentukan waktu maksimum yang di alokasikan untuk peminjaman ip oleh dhcp server ke client dalam satuan detik.
max-lease-time 43200;
- host ns –> Menentukan klien agar diberikan alamat IP khusus.
Tentu saja, tidak semua baris konfigurasi di atas diperlukan. Jika kita tidak memerlukannya beri tanda pagar (#) di bagian paling kanan dari pernyataan yang tidak kita butuhkan. Dalam kasus ini, kita akan membuat server DHCP dengan IP 192.200.200.100 dan subnet mask 255.255.255.0 dengan range IP klien dari 192.200.200.200 sampai 192.200.200.250. Maka dari itu kita mengkonfigurasi file dhcpd.conf seperti di bawah ini:
4. Menyalakan Server dhcp
  Berikan perintah di bawah ini untuk menyalakan server dhcp:
  # service dhcpd start


B. Di sisi klien
1. Cek paket
  Cek paket-paket dhcp di komputer klien.
2. Konfigurasi client
  Jika komputer klien sudah mempunyai IP, maka hapus IP tersebut dan arahkan gateway clien tersebut ke server DHCP (Dalam hal ini 192.200.200.100). Setelah itu restart jaringan dengan cara:
  # service network restart
  Jika semua tidak ada masalah, maka server dhcp akan memberikan IP ke clien tersebut.
V. Lain-lain
1. IP Khusus
  Jika kita ingin memberikan IP khusus kepada satu komputer saja, maka gunakan host ns yang ada pada file /etc/dhcpd.conf. Masukkan ethernet komputer dan IP yang akan digunakan.
2. DHCP Lebih Dari Satu Jaringan
  Contoh di atas menggunakan satu jaringan saja. Lalu bagaimana jika ada lebih dari satu jaringan? Hal itu bisa disiasati dengan cara menyalin skrip yang ada di file /etc/dhcpd.conf, lalu hasil salinannya ditempatkan di bawah skrip tadi dan kita bisa mulai mengkonfigurasi jaringan yang berbeda dengan skrip sebelumnya.
  Install Samba di Ubuntu
  Samba adalah himpunan aplikasi yang bertujuan agar komputer dengan sistem operasi Linux, BSD ( atau UNIX lainnya) dapat bertindak sebagai file dan print server yang berbasis protokol SMB (session message block). Jaringan yang semacam ini biasa dijumpai pada Windows workgroup atau Windows NT Domain. Samba juga dilengkapi dengan beberapa program bantu sehingga sistem operasi Linux (dan UNIX lainnya) bisa mengakses resources yang ada pada jaringan Windows yang telah ada. Bisa dikatakan, Samba adalah jembatan penghubung antara Windows dan UNIX.
  Samba terdiri atas dua program yang berjalan di background: SMBD dan NMBD. Secara singkat dapat disebutkan bahwa SMBD adalah file server yang akan menghasilkan proses baru untuk setiap client yang aktif sementara NMBD bertugas mengkonversi nama komputer (NetBIOS) menjadi alamat IP sekaligus juga memantau share yang ada di jaringan. Kerja SMBD sendiri diatur melalui file konfigurasi /etc/samba/smb.conf. Dengan membuat file konfigurasi yang tepat, Samba dapat dijadikan file server, print server, domain controller, dan banyak fungsi lainnya.
  Sebelumnya pastikan dulu samba sudah terinstall, jika belum anda bisa menginstallnya dengan menggunakan perintah
  $ sudo apt-get install samba
  Setelah samba terinstall, edit konfigurasi samba dengan editor kesayangan anda, misal menggunakan nano
  $ sudo nano /etc/samba/smb.conf
  Sesuaikan baris berikut, yang lain hiraukan tidak usah di hapus
  workgroup = sman1kencong
  security = share
  kemudian di baris terakhir tambahkan baris folder yang di share, misalkan anda ingin menshare /media/DATA (sesuaikan dengan folder hasil mounting partisi windowsnya etc : /mnt/hda1 or /media/hda1 or bisa jg yang laen sesuaikan sendiri ya?? )
  [DATA]
  comment = Data Drive D
  path = /media/DATA
  browseable = yes
  read only = no
  guest ok = yes
  Setelah simpan dan restart samba dengan perintah
  $ sudo /etc/init.d/samba restart
  Jika masih belum bisa di baca dan tulis maka anda harus merubah fstab,
  $ sudo nano /etc/fstab
  rubahlah option default pada baris partisi yang di share dengan “umask=0000″ misal:
  /dev/sda5    /media/DATA     auto    umask=0000    0    0
  Restart lagi, dan semoga berhasil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar